Tampilkan postingan dengan label lingkungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label lingkungan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 15 Mei 2012

Negara Kreatif ???

Menurut saya nih,, orang yang kreatif adalah mereka yang secara teratur menempatkan diri mereka di sekitar ide-ide baru yang muncul dari berbagai sumber. Pada dasarnya setiap manusia adalah kreatif. Kreativitas tidak hanya dimiliki oleh orang-orang berdasi, bahkan seorang tukang becak pun memiliki jiwa kreativitas.

Becak Hias, sumber: http://a-journo.blogspot.com/

Kreativitas tidak hanya dimiliki oleh orang muda, bahkan anak2 pun memiliki imajinasi yang memicu ide-ide kreatif. Ide-ide kreatif tersebut akan lebih dapat di generate oleh seseorang apabila didukung oleh lingkungan yang dapat memicu adanya ide-ide kreatif.

kreativitas bisa lahir dimana saja dan oleh siapapun
Lingkungan yang dapat memicu ide-ide kreatif dapat diciptakan dimana saja, misalnya skala lingkungan terkecil yaitu keluarga. Kadang dapat kita temukan keputusan dan karya kreatif yang lahir karena adanya dukungan dari orang-orang terdekat kita. Lingkungan kreatif tersebut juga terjadi di lingkungan dengan skala yang lebih besar, misalnya organisasi, kelompok masyarakat, bahkan dalam suatu negara. 

Setiap negara memiliki kearifan lokal masing-masing yang didalamnya pasti terdapat ke-kreatif-an masyarakat sekitar. Tapi kalo boleh berpendapat, negara yang kreatif menurut saya adalah negara yang mendukung masyarakatnya untuk menghasilkan karya-karya yang kreatif. 


BELANDA.......
Sumber: http://travelyuk.wordpress.com/2011/10/07/pesona-kincir-angin-belanda-nan-legendaris/
Negara yang paling kreatif dan inovatif? Apa yaa? Saya juga tidak tau jawabannya. Soalnya menurut saya penilaian atas kreatif itu tergantung pendapat masing-masing orang yang menilainya. Nah makannya nih, kalau menurut pendapat saya, Negara yang sampai saat ini saya lihat termasuk negara kreatif dan inovatif itu adalah…. Belanda! Kenapa Belanda? Karena dari sumber yang saya dapatkan banyak banget karya-karya kreatif yang lahir disana. Sekilas kalau kita melihat video youtube berjudul "Creative Amsterdam, gateway to Dutch creativity" kita dapat melihat beberapa karya kreatif yang ditelurkan oleh tangan-tangan kreatif di negeri kincir angin tersebut. Banyak ikon kreatife yang ditampilkan disana, seperti: Knap Ontwerp, Design Kaas, Van moof, Nmtrix, Studio Rockfish, Monobanda, Joris Laarman LAB, dll.
NMTRIX merupakan perusahan kreatif yang terutama bergerak dibidang animasi 3D, sumber: http://www.nmtrix.com/
Bahkan baru-baru ini Amsterdam RAI mendapatkan penghargaan Best International Venue pada Exhibition News Awards ke-6 yang diadakan di London 29 Maret 2012 yang lalu. Excellence Award ini diadakan tiap tahun bagi bisnis-bisnis yang memberikan kontribusi luar biasa bagi industri pameran. Amsterdam RAI menjadi nominasi dalam kategori 'Best International Venue', dan bersaing ketat dengan nominator lainnya termasuk Cape Town International Convention Centre, Suntec Singapore, Riocentro Rio de Janeiro, juga dengan pemenang tahun lalu, ADNEC Abu Dhabi. Dikutip dari http://www.nesoindonesia.or.id/ bahwa dalam pengambilan keputusan tersebut, juri berkomentar: "Amsterdam RAI adalah pemenang mutlak dalam kategori Best International Venue tahun ini untuk fasilitasnya yang menonjol dan pendekatan yang profesional. Tempat ini memiliki lokasi dan penawaran yang bagus."
sumber: http://www.architravel.com/architravel/building/elicium-amsterdam-rai
sumber: http://www.leditbeyourday.nl/index2.php?id=8
sumber: http://mariska-blablablog.blogspot.com/


Nah jadi ya kalau menurut saya, Belanda itu salah satu Negara yang kreatif dan inovatif. Sebenarnya banyak banget pastinya kelebihan lainnya yang bahkan saya aja gatau. Tapi, Negara lainnya juga pasti gak kalah sama Belanda karena pasti semuanya punya kelebihan dan kekurangan.. Salam Kreatif!!!

Sabtu, 03 Maret 2012

Motivasi Bagi Pemimpin



Seluruh manusia sejatinya adalah pemimpin. Namun kapasitas atas apa yang dipimpinnya berbeda-beda antara yang satu dengan yang lainnya. Ada yg pemimpin suatu negara, pemimpin kelompok masyarakat, pemimpin organisasi, pemimpin keluarga, atau minimal pemimpin bagi dirinya sendiri. Semua itu akan dimintai pertanggung-jawabannya kelak di hadapan Sang Khalik atas apa yang telah dipimpinnya. Semoga artikel yang saya dapat dari milis Widyakelana ini bisa memotivasi diri saya sendiri maupun pembaca sekalian.

http://sosbud. kompasiana. com/2012/ 03/02/dari- boalemo-dan- bone-bone- untuk-penguasa- penderita- %E2%80%9Cbuta- tuli%E2%80% 9D/

Dari Boalemo dan Bone-bone Untuk Penguasa Penderita “Buta Tuli”

Masih dari sudut Negeri, setelah kabar Papua. Diantara gelimang berita tentang pejabat/penguasa ‘korup’, dari Najwa Shihab, saya menjadi tahu bahwa masih ada penguasa yang baik di negeri ini. Dua orang penguasa, yaitu Iwan Bokings dan Idris berhasil memimpin “negeri”nya dengan baik. Iwan Bokings adalah mantan Bupati Boalemo, Gorontalo dan Idris adalah Kepala Desa Bone-Bone, Enrekang,Sulawesi Selatan.
Iwan, dengan ide gilanya, berhasil menekan angka korupsi PNS, menurunkan angka kemiskinan, serta menurunkan angka penderita gizi buruk, hingga 0,08%.
Bagaimana ia melakukan semua itu?
Untuk kasus korupsi, menurut Iwan, korupsi dimulai dari niat. Maka yang harus dia lakukan adalah bagaimana agar niat ini bisa ditekan/dihilangkan . Inilah yang dilakukannya:
  1. Kepada Ka Lapas ia meminta agar bersama seluruh pegawai Eselon II hingga IV, boleh datang ke penjara, hanya untuk mempelajari proses/prosedur pemeriksaan seorang korup. Dari ketahuan korup/melakukan tindak kejahatan hingga harus mengalami kehidupan dalam tahanan. Bupati dan semua bawahannya, bersama-sama melihat/menyaksikan kehidupan penjara.
  2. Sang Bupati meletakkan “kain kafan” di meja kerjanya. Untuk apa? Agar setiap tamu yang datang dengan niat suap-menyuap, mengurungkan niatnya. Sebelum membuka pembicaraan dengan sang tamu, Iwan selalu mengingatkan bahwa “Kain kafan pembungkus jenazah itu turut menyaksikan apapun yang mereka perbuat dalam ruang itu”.
  3. Iwan membuat kalimat sumpah jabatan sendiri. Setiap yang akan dilantik, harus disumpah di Masjid (muslim) pada hari jumat. Isi sumpahnya, “Jika saya melakukan korup, maka bukan hanya saya, tetapi istri dan anak-anak saya akan dilaknat oleh Allah”. Sumpah ini pernah membuat 7 orang calon pejabat kemudian, mengundurkan diri, karena “takut dilaknat Allah”.
  4. Di gedung kantor pemerintahan, Iwan memampang Gaji seluruh PNS termasuk dirinya sendiri. Mengapa? Agar semua orang tahu ketika terjadi “keanehan tampilan” yang jauh menyimpang dari gaji yang diterima. Ia juga memampang nama program, nilai rupiah projek, nama penanggung jawab/pelaksana tiap-tiap projek (lengkap dengan foto diri dan nomor HP). “Rakyat harus tahu nilai projek sebenarnya, siapa penanggung jawabnya, kapan projek harus mulai dan selesai., ini berarti rakyat akan mengontrol kerja mereka”, demikian kisahnya.

Soal kemiskinan. Agar program sesuai dengan kebutuhan masyarakat, maka sebelum membuat program, ia menginap di rumah penduduk miskin. Ia pun mewajibkan para pejabat DINAS, agar “menginap” di rumah penduduk miskin. Fatlina Podungee (PNS), membenarkan. Ia mengaku dari sanalah kemudian, tergerak untuk mengangkat rakyatnya. Dari sanalah ia terinspirasi untuk membuat program-program yang benar dan tepat bagi mereka. Hanya dengan ikut merasakan/mengalami , maka seorang pejabat akan tahu apa yang harus dilakukan untuk rakyatnya. Bukan hanya itu. Iwan juga memperhatikan penderita gizi buruk. Mulanya ia mengirimnya ke RS. Namun problem lain muncul. Ibu si penderita gizi buruk, membawa pulang anaknya sebelum sembuh. Pasalnya? Sang ibu mengeluh bahwa di RS, yang diberi makan hanya si sakit. Maka, Iwan meminta RS mempekerjakan sang ibu, lalu memberinya “makan”. Tidak berhenti di sana. Sang ayah pun komplain terganggu hubungan (sex)nya karena sang istri tinggal di RS. Apa yang dilakukan Iwan? Ia perintahkan RS agar menyediakan “Kamar Suami”.
Saya baru mengerti. Betapa seorang pejabat, seharusnya bukan hanya penguasa (agar dia punya kewenangan dalam melakukan tugas-tugasnya) , namun ia haruslah mau menjadi pelayan rakyatnya. Dan Idris? Kades ini berhasil menjadikan seluruh kawasan desa Bone-Bone, menjadi sebuah “Kawasan Bebas Rokok”. Butuh 5 tahun untuk berhasil (2000-2005). Memang harus didasari niat yang kuat, katanya. Selesai sarjana, ia pulang ke desanya. Didapati anak-anak usia 6-7 tahun, sudah mulai merokok mengikuti orang tua mereka. Melihat kenyataan kehidupan demikian, ia bersedih, lalu memikirkan bagaimana ia bisa “menolong rakyatnya”. Inilah yang dilakukan Idris dan BERHASIL:
  1. Pertama, ia presentasi di depan pejabat tingkat Kecamatan, para tokoh agama dan tokoh masyarakat tentang betapa bahayanya merokok. Ia menggagas untuk membuat desanya menjadi desa bebas rokok. Semua mendukung seketika. Inilah kekuatan awal seorang Idris. Ada dukungan dari “penguasa” tingkat bawah sana.
  2. Idris berhenti merokok dan berhenti menjual rokok. Merokok boleh tapi menjual tidak boleh. Aturan Desa, melarang merokok di jalan/tempat umum. Merokok hanya boleh di rumah.
  3. Inilah sanksi uniknya. Bila ada pelanggar, dihukum dengan “berteriak” di Masjid, mengumumkan bahwa mereka kedapatan melanggar aturan. Sanksi yang dikenakan adalah membersihkan Masjid dan memperbaiki jalan/fasilitas umum yang rusak.

Hari ini Bone-Bone, tidak ada lagi anak-anak merokok (juga orang tuanya). Prestasi sekolah meningkat. Anak-anak, tidak pernah lepas dari ranking empat, di sekolahnya, tertinggi di tingkat Kecamatan. Bukan itu saja. Idris juga care soal makanan anak-anak. Ia melarang siapapun berjualan makanan yang mengandung pengawet/bahan kimia. Jika dilanggar, maka sang penjual harus menyediakan bubur kacang ijo bagi mereka yang mengkonsumsi makanan “beracun” tersebut. Terakhir, Idris juga “pejabat” yang peduli lingkungan. Ia mewajibkan menanam “lima pohon”, bagi setiap pasangan yang hendak menikah, sebagai syarat permintaan segala administrasi terkait dengan pernikahan.Semoga tulisan ini menginspirasi kita semua untuk memulai segalanya dari diri sendiri. Dan semoga pula ini terbaca oleh penguasa/pejabat yang sedang menderita “Buta Tuli” agar Negeri ini menjadi lebih baik.
Salam bahagia dan terus berkarya!
Refered to :
http://www.metrotvn ews.com/read/ newsprograms/ 2012/02/29/ 11714/308/ Eksperimen- Penguasa

Rabu, 18 Januari 2012

Journey to India (1)

INDIA,,hmm,, yang terlintas dibenak saya pertama kali adalah Taj Mahal.  Sebuah monumen bukti cinta seorang raja terhadap permaisurinya. Dikisahkan dalam berbagai artikel bahwa Taj Mahal dibangun oleh Pangeran Shah Jehan untuk mengenang istrinya, Mumtaz Mahal yang meninggal saat melahirkan di tenda perang. Pada tahun 1632 ia memerintahkan pembangunan istana megah yang dirancang berdasarkan gambaran tentang surga yang dituliskan dalam Al Quran untuk mengenang istri tercintanya. Bangunan ini didirikan di pinggir sebuah sungai agar tidak tertutupi dengan bangunan lainnya. Untuk membangun makam besar (atau lebih sering disebut musoleum) ini, butuh waktu selama 17 tahun dan mengerahkan 20 ribu pekerja. Mereka yang bekerja adalah para ahli seperti arsitek, pemahat, ahli kaligrafi, dan tukang batu dari seluruh India, Persia, dan Turki. Bangunan Taj Mahal yang tingginya mencapai 60 meter ini berlapis emas, perak, bahkan berlian. Setelah selesai, tempat ini juga menjadi peristirahatan terakhir sang raja.  
Taj Mahal, Agra, India
Walaupun saya sangat ingin sekali kesana pada saat mengunjungi India, namun sampai saat ini saya belum bekesempatan untuk pergi kesana sehingga foto dan cerita tentang Taj Mahal insyaAllah akan saya muat di posting berikutnya. Baiklah, kali ini saya akan coba berbagi tentang pengalaman saya menuju Delhi…


ARSITEKTUR. Saya sampai di India pada tanggal 4 Januari 2012, dan pada saat ini bertepatan dengan winter sehingga suhu udara malam hari bias mencapai 7-8o C. Sebelum kami mendarat di Delhi, kami terlebih dahulu transit di Hongkong International Airport. Namun di Hongkong saya hanya sempat mengeksplorasi sebagian terminal yang luas area terminal keseluruhan mencapai 710.000 m2, dan luas bandara 12,5 km2 (http://www.hongkongairport.com) karena waktu transit hanya beberapa jam saja. Suasana yang saya rasakan ketika sampai di Hongkong International Airport hampir sama yang saya rasakan ketika berada di Changi Airport, Singapore. Kedua bandara tersebut berkesan modern, bersih, canggih dengan corak universal karena saya tidak menemukan jati diri dalam desain ornament maupun desain bangunannya. Mungkin karena kedua Negara tersebut merupakan Negara transit yang notabene penduduknya juga bersifat sangat plural yang terdiri dari bebagai suku dan ras.
Sumber: dok. probadi
 
Sumber: http://www.worldairportawards.com/images/hkg226runway.jpg

Sekedar mengobati penasaran atas perbandingan data eksisting antara bandara di beberapa Negara, berikut saya sampaikan data tabel perbandingan yang awalnya dihimpun oleh teman-teman K7 dengan beberapa tambahan dari data yang dihimpun kemudian.
Data jumlah penumpang/tahun, dihimpun dari berbagai sumber
Keterangan berbagai fasilitas airport, dihimpun dari berbagai sumber

Seperti halnya bandara internasional Negara lain, dalam perjalan saya kali ini saya menemukan ciri khas Negara India di Indira Gandhi International Airport, seperti ornament, lukisan dan ukiran yang terdapat di dinding Bandara. Tentu saja saya tidak melewatkan untuk merekam beberapa foto untuk koleksi pribadi.
Ornamen di pengecekan paspor, Indira Gandhi Airport
Suasana hall pengecekan pasport, Indira Gandhi Airport
Sumber: dok. pribadi
Kesan pertama pada saat datang ke Indira Gandhi International Airport adalah lalu lintas kendaraan di Bandara ini cukup kacau. Hal tersebut saya alami saat penjemputan oleh petugas yang menjemput kami. Ketika kami keluar dari Bandara mobil jemputan berserakan dijalan seperti tidak ada petugas yang mengatur sehingga meyebabkan kemacetan bandara yang lebih macet dari jalan Lenteng Agung yang biasa saya lewati setiap pulang kantor.
Suasana area penjemputan,  Indira Gandhi Airport

 -----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Archiline Studio

www.archiline-studio.com
Komplek RTM No.25 Tugu Cimanggis (Kelapa Dua) Depok 16451
email. aji.noor@gmail.com
ph. 0856-2002-678/0822-1167-6939

Senin, 19 September 2011

House at Andara (South of Jakarta) - Green Building

Assalamualaikum,
ARSITEKTUR. Baru-baru saja Pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup mengadakan launching  “Sistem Sertifikasi Bangunan Ramah Lingkungan” yang diselenggarakan pada tanggal 9 Agustus 2011 dan mengundang para arsitek, pengembang, instansi pemerintah, serta wartawan yang terkait. Acara tersebut merupakan tindak lanjut dari dikeluarkannya Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 8 Tahun 2010 tentang Kriteria dan Sertifikasi Bangunan Ramah Lingkungan, dan kebetulan aq sendiri berkesempatan untuk hadir dalam acara tersebut.
Dalam peraturan tersebut menyampaikan bahwa Bangunan ramah lingkungan (greenbuilding) adalah suatu bangunan yang menerapkan prinsip lingkungan dalam perancangan, pembangunan, pengoperasian, dan pengelolaannya dan aspek penting penanganan dampak perubahan iklim. Aspek mengenai pemanasan global, dampak perubahan iklim dan mengenai green building maupun green environment adalah hal-hal yang memang sedang hangat dibicarakan saat ini baik pada level individual sampai tingkat nasional maupun global.
Sedangkan dalam sebuah bangunan dapat dikategorikan sebagai bangunan ramah lingkungan apabila memenuhi kriteria antara lain:
1.       Menggunakan material bangunan yang ramah lingkungan;
2.    Terdapat fasilitas, sarana, dan prasarana untuk konservasi sumber daya air dalam bangunan gedung;
3.       Terdapat  fasilitas, sarana, dan prasarana konservasi dan diversifikasi energi;
4.       Menggunakan bahan yang bukan bahan perusak ozon dalam bangunan gedung;
5.    Terdapat  fasilitas, sarana, dan prasarana pengelolaan air limbah domestik pada bangunan gedung;
6.       Terdapat fasilitas pemilahan sampah;
7.       Memperhatikan aspek kesehatan bagi penghuni bangunan;
8.       Terdapat fasilitas, sarana, dan prasarana pengelolaan tapak berkelanjutan;
9.       Terdapat fasilitas, sarana, dan prasarana untuk mengantisipasi bencana.
(berdasar Permen LH No.8/2010)
Pandangan mengenai hal-hal tersebut semoga dapat aq paparkan dilain kesempatan.
ARSITEK

Dengan maraknya isu mengenai pemanasan global serta dampak perubahan iklim maka beberapa individu sudah menyadari perlunya mempertimbangkan mengenai aspek lingkungan dalam proses perencanaan (desain), pemilihan material, sistem bangunan, hingga pelaksanaan konstruksi. Kali ini aq ingin memaparkan mengenai ‘tugas’ arsitektural yang sedang saya tangani sekarang.
  Pada dasarnya desain arsitektur sebisa mungkin tetap mempertahankan ke-asri-an lingkungan yang sudah ada. Hal tersebut disikapi dengan desain bangunan yang tetap mempertahankan pohon-pohon besar yang memang sudah ada di dalam site. Fungsi dari bangunan adalah sebuah rumah tinggal di daerah selatan Jakarta yang tidak dapat kami sebutkan lokasinya untuk menjaga privatisasi klien.
Fascade bangunan dengan teras yang merupakan ciri khas rumah  tropis serta yang memberikan nuansa tropis dan menggunakan teritisan beton horisontal yang memberikan kesan modern minimalis.

Setiap ruangan memiliki akses keluar bangunan serta dengan perantara teras.
 
Berikut ini adalah gambar terakhir yg q sampaikan ke klien untuk proses asistensi. Perlu aq informasikan bahwa sampai aq menulis tulisan ini proses desain masih berlanjut. Render oleh sdr. Padhang H, ST.

 -----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Archiline Studio

www.archiline-studio.com
Komplek RTM No.25 Tugu Cimanggis (Kelapa Dua) Depok 16451
email. aji.noor@gmail.com
ph. 0856-2002-678/0811-1162-678